Hari itu, seminggu setelah
pengajuan izin belajarku ditolak BKD. Galau rasanya! Ahhhh…aku hanya ingin
belajar, tapi kenapa tidak dikasih izin! Sedih pakai banget. Berat meninggalkan
Jogja. Tapi, dari pagi ibu sudah telfon “hari ini kamu harus pulang!”. Sungguh,
berat meninggalkan Jogja. Tapi, aku harus pulang. Aku pulang jam 2 siang. Masih
berhenti mampir tempat saudara di daerah Gamping.
Disana cerita sama si mas sepupu
yang kerja di BKD Kulon Progo, izin belajarku ditolak sama BKD Boyolali. Mas
sepupu itu justru tertawa terbahak, aku kan sudah bilang dari kemarin ga
bakalan dikasih izin begitu katanya. Hikss…masak si orang cuma mau belajar aja
ga dikasih izin. Sudah, ga usah sedih, kamu itu besok kalau mau lanjut kuliah
kalau sudah golongan 3c atau 3d. jadi, buat lompat ke 4a itu lebih mudah.
Sekarang konsentrasi sama CPNSmu dulu, terus banyak-banyaklah menulis karya
ilmiah. Menulis bagi seorang guru banyak manfaatnya, untuk point-point
penilaian angka kredit. Kalau kamu lanjut S2 sekarang itu tak banyak gunanya
untuk kenaikan pangkat ke 3b besok.
Ahhhh….aku lanjut S2 memang bukan
untuk lanjut kenaikan pangkat. Aku memang suka dengan jurusan yang kuambil saat
ini, berbeda dengan kuliah S1 yang karena menuruti keinginan orang tua, kali
ini jurusan yang kuambil memang sebuah cita-cita. Sebuah keinginan. Sesuatu
yang ingin aku pelajari sejak sebelum lulus SMA. Kalaupun BKD memang ga ngasih
izin, kalau jarak tempuh kerja-kampus bisa dijangkau mungkin aku akan tetap
lanjut kuliahnya, tak peduli itu ijazah ga terpakai dalam administrasi
kepegawaian. Karena ilmu ini keren banget, benar-benar mempersiapkan kita
menjadi calon ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak. Tapi, mungkin memang
Allah belum mengizinkan aku kuliah saat ini. Mungkin Allah sudah mengatur waktu
yang lebih tepat untukku kembali bisa merasakan bangku pascasarjana.
Jadilah penulis! Kata-kata mas
sepupu itu yang terngiang hingga akhirnya kubuat blog ini. Menulis itu
berhubungan dengan berbahasa. Aku bukan orang yang pandai dalam berbahasa,
terlihat dari nilaiku sejak TK. Lalu, bagaimana mungkin jadi penulis? Aku hanya
ingat kata-kata seorang penulis hebat “berlatihlah menuliskan segala hal dalam
hidupmu, tuliskan apa saja, kelak semakin lama tulisanmu akan semakin baik”.
Aku belum tahu banyak apa
manfaatnya menulis bagiku pribadi saat ini, tapi akan kucoba untuk menulis
hal-hal yang bermanfaat. Siapa tahu kelak tulisan-tulisanku bisa jadi sebuah
amal jariyah.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali
tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak
yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Memang tidak mudah membuat sebuah
tulisan yang oke, tapi semua penulis terkenal itu tentu melewati proses panjang
untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang enak dibaca. Jadi, mari belajar
menulis. Jadilah Penulis!
Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..
BalasHapus