Sabtu, 21 Maret 2015

Hanya 6 Bulan!



6 bulan….
Hanya 6 bulan saja
6 bulan waktu yang luar biasa
6 bulan yang merubah hidupku
6 bulan yang menghancurkan mimpiku
Alhamdulillah, semoga ini baik
Semoga Allah menggantinya di lain waktu disaat yang lebih tepat.

Yach…saat itu, aku memutuskan untuk melanjutkan studi, kembali ke bangku kuliah yang memang menjadi mimpiku.  Saat itu memang sedikit ragu, antara Jogja atau Solo. Tapi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya ambillah di Jogja. Magister Sains Psikologi Sekolah Universitas Ahmad Dahlan. 

6 bulan itu benar-benar ga ada celah galau, waktu berjalan begitu cepat. Antara tugas mengajar di sekolah senin-kamis, lalu kamis siang langsung otw Jogja hingga minggu. Lalu masih harus memikirkan  mengolah nilai UTS anak-anak kurikulum 2013, seleksi CPNS, pasca ujian CPNS sudah lanjut UTS kuliah, tugas-tugas presentasi, tugas-tugas makalah, UTS selesai anak-anak ujian semester, mengolah nilai kurikulum 2013, lalu pemberkasan CPNS, setelah itu UAS kuliah.

6 bulan yang sungguh menyenangkan. Sama sekali ga merasakan kuliah yang memeras otak, kuliah yang dibahas adalah kejadian-kejadian yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, hanya stres ketika tugas numpuk saja. Sangat mudah dan menyenangkan. Banyak pelajaran berharga untuk kita mengarungi kehidupan ini dengan lebih bijak, psikologi  kepribadian membentuk kita menjadi pribadi yang baik. Pelajaran untuk jadi ibu yang baik untuk anak-anak kelak dengan psikologi perkembangan membahas perkembangan dari segala aspek dari pra kelahiran hingga meninggal. Psikologi Sosial, menjadikan kita lebih peka terhadap kehidupan masyarakat di sekitar kita. Adapula psikologi pendidikan yang sangat bermanfaat dalam bidang pendidikan, membantuku menemukan solusi masalah-masalah dalam mengajar. Psikologi abnormal, mempelajari tentang manusia yang berbeda dengan manusia kebanyakan, bagaimana penanganannya. Adapula psikologi industri dan organisasi yang mempelajari tentang kita dan dunia kerja. Sungguh menyenangkan semua itu. Apalagi ditambah dengan suasana kampus yang berbasis Islam, segalanya kembali berdasarkan ajaran Islam yang indah.

6 bulan yang mengubah hidup, apakah yang berubah? Ya, hari itu 2 minggu sebelum ujian CPNS dosen psikologi kepribadian ‘Mr. S’ membahas materi “test kepribadian”. Bla…bla…bla…setelah penjelasannya panjang lebar akhirnya aku bertanya bagaimana dengan test kepribadian dalam CPNS? Jawaban beliau ini yang benar-benar kujadikan panduan dalam mengerjakan soal CPNS dan mentarget nilai CPNS harus 160. Alhamdulillah sesuai target 161. Dan lolos.

6 bulan belajar psikologi justru membuatku membutuhkan bantuan psikolog. (Nah lho, kalian pasti mengira aku stres berat). Ohhh tidak, ternyata psikolog itu tidak seperti yang masyarakat katakan “dokternya orang stres”. Psikolog itu bisa membantu kita meningkatkan perfomance diri, membantu kita menemukan bakat kita. Pokoknya dunia psikologi ini luar biasa menurutku.

6 bulan menemukan sahabat yang luar biasa. Ntahlah, kenapa kalo ngobrol sama tante satu itu rasanya nyambung. Apapun itu sepakat pokoknya. Dia yang pandai ngomong, pandai mendebat, ide-idenya luar biasa, bertolak belakang denganku, tapi ntah kenapa kita nyambung jika bicara. Seharian duduk di kelas belum selesai itu ngobrol banyak hal, sampai-sampai 3 lampu merah di Jogja selalu menjadi saksi persahabatan kita (hehehe…ngobrol di tengah jalan saat lampu merah menyala). Dan lampu merah ke empat adalah lampu merah perpisahan. Dan kesimpulan kami “Hati-hati kalau punya teman yang kuliah psikologi, siap-siap segala aktivitas kita jadi objek penelitiannya”. Yaaa…inilah kuliah yang mengubah hidupku, aku yang cenderung cuek dengan lingkungan sekitar, mulai merubah mulai mencoba lebih peka, karena mau tidak mau dalam psikologi yang menjadi objek penelitiannya adalah manusia. Selama ada manusia ilmu psikologi akan selalu dibutuhkan.

Itulah sekelumit kisah 6 bulan menjadi mahasiswa psikologi, hanya 6 bulan saja. Karena, kemudian aku memutuskan mengambil cuti, walaupun cuti tapi ga tahu apa mungkin dilanjut atau tidak. Izin belajar yang kuajukan di BKD ditolak, lalu jarak tempuh Boyolali bagian utara-Jogja juga sangat tidak memungkinkan untuk kujangkau. Andaikan jarak tempuhnya dekat mungkin akan tetap kulanjutkan, karena aku suka dengan ilmunya. Sudahlah…inilah kenangan. Akan menjadi sebuah cerita untuk anak cucu kelak. Andaikan BKD memberi izin, aku juga tak cukup siap untuk mendapat predikat “mahasiswa S2 terlama”. InsyaAllah ini baik…semoga Allah memberikan kesempatan lagi.

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

    BalasHapus