Rabu, 18 Maret 2015

Hanya Perlu Keyakinan!



Tulisan ini terinspirasi dari ketidakpercayaanku tentang seseorang dengan prestasi-prestasinya yang begitu dibanggakan banyak orang, guru-gurunya pun mengungkapkan kebanggaannya, tapi ternyata dia begitu pasrah ketika orang tuanya memutuskan dia harus jadi PNS walaupun harus pake SUAP!!!

Ahhh….lagi-lagi bahasannya soal PNS. Ya..PNS masih jadi pekerjaan yang dianggap ‘menjanjikan’ bagi banyak orang di Indonesia, terbukti dari jumlah pelamar hingga jutaan. Bahkan kemarin saja untuk formasi CPNS Boyolali untuk guru SD yang hanya 28 jumlah pelamarnya mencapai 1000 lebih. Lebih parah lagi formasi untuk pengawas pemerintahan yang hanya 2 jumlah pelamarnya mencapai 1200an. 

Penerimaan CPNS Tahun 2014 dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabel dan jujur harusnya tidak ada lagi calo CPNS. Tapi, nyatanya masih saja ada. Dan…aku juga ditawari! Orang tua sempat mau, tarifnya 125juta, bayar di awal, dan parahnya lagi pakai ijazahnya SMA jadi kalau keterima cuma golongan 2. Hadewhhh…sia-sia dung kuliahku ga kepakai. Sekali lagi kutegaskan TIDAK! Aku tidak mau rezekiku tidak berkah titik. Tapi, ngasih alasannya ke orang tua si bukan gitu. Pakai cara yang lebih masuk akal. Dan Alhamdulillah saudara-saudara juga ngasih pengertian ke orang tua. Bahwa sekarang ga mungkin pakai calo karena begitu ujian selesai maka nilainya akan langsung diketahui. Akhirnya Bismillah saja.

Terus kenapa masih ada yang memakai calo? Ntahlah mungkin mereka masih berpikir itu cara termudah dan cepat untuk lolos. Lha tapi, bukannya kalo pake calo gitu juga masih harus belajar? So, kalau ternyata sebenarnya kita layak lolos dengan kemampuan kita, tapi kita juga ngeluarin uang yang ‘tidak jelas kegunaannya’. Apa ga sedih? Mending buat pergi haji…

Seleksi CPNS itu sulitkah? Ntahlah, aku tak bisa menjawab. Aku dulu menganggap lulus CPNS itu lebih karena faktor keberuntungan. Tapi, kemudian aku berfikir selain faktor keberuntungan juga ada faktor usaha dan doa. Tanpa usaha manusia adalah pemalas dan tanpa doa itu adalah manusia sombong. Ya, akupun lalu belajar lebih giat daripada saat seleksi CPNS yang dulu-dulu. Seleksi kali ini terbukti betapa paniknya aku saat seleksi CPNS, walaupun sudah belajar berbagai materi, aku merasa belum siap, aku masih tahu bagian-bagian materi yang belum kupelajari, belum ngafalin materi UUD, terus apalagi ntah kemarin, cukup banyak. Panik banget aku dari pagi. Berbeda dengan CPNS tahun-tahun lalu, saat itu aku tak tahu materinya apaan dan santai sekali pas berangkat ujian.
Sebenarnya materi CPNS itu sudah ada kisi-kisinya, sudah banyak dipublikasikan. Bukankah seleksi CPNS itu hanya seperti ujian akhir di sekolah? Hanya bedanya kita dituntut untuk menjadi yang pertama dalam seleksi ini kalau ingin lolos. Jadi, kalo materinya saja sudah ada, terus dianugerahi otak yang begitu cerdas, tapi kalah dengan ‘SUAP’ itu saya anggap orang yang pemalas, yang tak mau berusaha.

Kesimpulannya: kita hanya perlu keyakinan kuat, apakah kita yakin bisa lolos seleksi tanpa perlu pakai SUAP atau pasrah begitu saja ketika ‘tawaran-tawaran’ itu datang, apalagi dengan sistem seleksi CPNS sekarang. Tapi, kalo aku si kemarin ga begitu yakin bakalan lolos seleksi CPNS, bahkan ga mengira bakalan peringkat 2. Tapi, aku hanya yakin kalau aku ga lolos seleksi CPNS ini masih banyak peluang rezeki halal yang Allah berikan.

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

    BalasHapus