Jumat, 27 Februari 2015

Kata Mereka

Kata mereka ‘kasihan’ keterima PNS jauh di Boyolali
Kata mereka ‘kasihan’ jauh dari orang tua
Kata mereka ‘kasihan’ bakalan pisah dari orang tua
Kata mereka ‘kasihan’ ga ada saudara disana
Dan masih banyak lagi kata ‘kasihan’ yang terucap dari mulut mereka

Boyolali memang jauh dari Purworejo
Boyolali memang jarang menjadi kota tujuan merantau disini
Jauh dari orang tua
Berpisah dari orang tua
Ga ada saudara
Apalagi kalau ditambah tahu daerah penempatanku
Tengah hutan

Tapi benarkah aku perlu dikasihani?
Nyaris 1200 orang menginginkan posisi ini
Jutaan orang ingin jadi PNS
Boyolali itu masih di Jawa
Boyolali itu masih di Jawa Tengah
Bahkan banyak orang rela keluar Jawa demi PNS
Konon katanya di luar Jawa sana lebih mudah jadi PNS
So, aku ini orang yang beruntung atau sial? Masihkah aku perlu dikasihani?

Percakapan dengan bapak di suatu hari “Bapak tahukah engkau teman2ku pada keterima PNS di Jakarta? Mereka bakalan jadi warga ibukota, gajinya besar, sementara aku? Aku akan hidup di tengah hutan.”

Kalian tahu bapakku menjawab apa? Bapak bilang “Ahhh…ga masalah. Aku lebih rela kamu di tengah hutan daripada di Jakarta. Lihat aja tu Jakarta macet, banjir dll.”

Semoga ridhonya orang tua menjadi ridhoNya Allah. Aamiin…

Tapi, suatu hari ketika aku ngomong sendiri “Ahhh…besok aku bakal hidup di tengah hutan, sepi, kalau maghrib harus sudah di rumah, jaringan internet ga ada, kata mas Naryo itu besok Gadget ga bisa kepakai lagi disana.”

Dan si bapak jawab dengan santainya “siapa suruh daftar Boyolali, kan kemarin dah disuruh daftar Kulon Progo aja!”

Hahaha….lagi2 si bapak bilang masalah itu. Memang ga ada yang nyuruh daftar di Boyolali. Tapi Allah memantapkan hatiku. Demi terwujudnya mimpimu bapakku.

Dan ketika kubaca status ini “MENIKMATI apa yg Kita mau itu biasa tapi MENIKMATI Apa Yang ALLOH Mau itu LUAR BIASA”, berusaha menikmati menjadi warga Boyolali, menikmati yang Allah mau. Yogya, Magelang, Purworejo aku sudah coba ikut test disana, tapi ternyata Allah menetapkan aku harus tinggal di Boyolali. Kota yang jauh dari khayalanku.

Dan inilah pemandangan yang akan kita lihat jika kita datang dari arah Solo. Merapi Merbabu seolah mengatakan "Selamat Datang". Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Boyolali dari arah Solo (Foto Copas)

3 komentar:

  1. aamiin ^_^
    sebelumnya aku ucapkan selamat ya mbak ^_^

    namanya rezeki, siapa yang tahu?

    awalnya aku jg gt, dikiranya dapat tugas djogja, eh ternyata Solo tempatku mencari rezeki, dan ternyata banyak misteri dan rahasia terungkap kenapa Allah menempatkanku disini ^_^
    sungguh nikmat yang luar biasa ^_^

    walaupun tugasnya di boyolali, asalkan jangan mbokyolali karo omah y mbak :D

    #piss maaf corat-coret di blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir,

      Yupz, walaupun sampai nangis darah kalau rezekinya bukan di Purworejo, bukan di Jogja memang ga akan pernah diperoleh.

      Tapi, kalo di Bylli mmg aku akan jdi jarang pulang, membyangkan kerja senin-sabtu, sabtu siang pulang Purworejo, Minggu pagi harus balik, ga mungkin minggu sore.

      Hapus
  2. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

    BalasHapus