Inspirasi nulis ini adalah
perbincangan dengan beberapa orang tentang nadzar CPNS, mereka yang belum tahu
mengira nadzarku adalah ‘menikah’ dan mereka yang tahu bertanya ‘kenapa bukan
menikah saja?’
Bicara soal PNS di negeri ini masih
dianggap pekerjaan yang luar biasa, hingga untuk meraihnya segala upaya
dilakukan. Dari cara yang ‘sehat’ hingga cara ‘tidak sehat’ semua dilakukan
agar bisa lolos seleksi CPNS. Banyak orang biasanya sebelum lolos seleksi
bernadzar untuk melakukan kebaikan jika lolos CPNS nantinya. Dan berbicara soal
nadzar lolos seleksi CPNS, akan banyak orang menjawab dengan berbagai jawaban
yang berbeda. Ada banyak jawaban, ada yang bersifat materi dan ada pula yang
bersifat non materi. Semua InsyaAllah baik!
Ada teman yang nadzar kalau keterima
CPNS akan menikah segera. Dan dia membuktikan begitu pengumuman keterima, maka
ia segera menikah. Lalu apa nadzarmu? Menikah jugakah?
Menurutku, mereka yang bernadzar untuk
segera menikah adalah orang-orang yang telah pacaran lama, itu bagus daripada
terus berlanjut dalam dosa pacaran yang terlalu lama. Sementara bagi kami yang
bukan penganut paham pacaran, menikah memang sebuah keinginan, sedangkan jodoh
harus diupayakan dengan terus memantaskan diri. So, kalau kami menjadikan
‘menikah’ sebagai nadzar bukan berarti itu lagi-lagi ‘MINTA’ sama Allah untuk
mendapatkan rezeki jodoh? Belum juga bersyukur dengan rezeki CPNS, masak si
sudah meminta lagi.
Sebelum test CPNS, bahkan jauh sebelum
aku keterima CPNS aku memang memang mempunyai
keinginan ini (terus apa bedanya dengan menikah?). Kenapa aku mencita-citakan
setelah lulus CPNS? Bagi keluarga besar kami PNS masih sebuah pekerjaan yang
dianggap hebat, dianggap ‘mapan’ secara finansial, dianggap telah mandiri,
hingga untuk mendapatkannya diupayakan segala cara, termasuk SUAP! Membayar
ratusan jutapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. Dan aku adalah anak yang
‘sok pinter’ menolak dengan keras hal itu. Kenapa begitu? Aku bukan anak
pintar, bukan siswa berprestasi, bukan mahasiswa dengan IPK cumlaude. Aku hanya
seorang yang berprinsip jika aku mau aku bisa, segala upaya akan aku lakukan (ini si semua
orang juga akan melakukan). Aku orang yang menolak dengan tegas ketika
berkali-kali ditawari untuk keterima CPNS dengan SUAP, sampai yang nawari itu
jengkel setengah mati. Ahhh…bodo amat dech, lagian emangnya mau bayari, bisa
mati kutu ntar gajianku habis buat bayar hutang ‘suap’.
Orang tua tergantung bagaimana aku,
kalau aku mau maka akan diupayakan dananya, kalau ga mau ya bagaimana lagi. Lagi-lagi
kujawab TIDAK! Tidak akan pernah berkah harta yang diperoleh dengan cara yang
haram. Hingga ketika aku mendapatkan ‘upah’ dari usaha kecil-kecilan tetap aku
dianggap orang tua ‘belum mapan secara finansial klo belum jadi PNS’ dan itu
masih membuat orang tua berpikir bagaimana agar aku jadi PNS! Sedih? Jelas! Tapi,
aku tetap menolak dengan tegas “AKU TIDAK MAU JADI PNS DENGAN SUAP”. Dan
sebelum aku jadi PNS maka pasti ‘keinginanku’ pasti akan sulit terpenuhi. Karena
keinginanku (nadzarku) membutuhkan ‘kemampuan finansial’, walaupun kalo kita
yakin ketika melakukannya sebelum kemampuan finansial kita baik justru Allah
yang akan memapankan kemampuan finansial kita. Tapi, klo aku melakukannya saat
kemarin belum lolos seleksi CPNS jelas ditolak sama orang tua.
Kembali pada nadzar, nadzarku ini
memang nadzar yang sedikit aneh bagi masyarakat umumnya. Cita-cita ini semakin
kuat ketika aku bersilaturmi ke tempat teman, Subhanallah mereka telah
melakukannya terlebih dahulu. Dan sejak saat itu aku semakin ingin, akupun belajar banyak darinya. Jika aku
mengajukan menikah pasti boleh saja, jika aku mau daftar umroh/ haji pun pasti
diizinkan sama orang tua saat ini, karena dianggapnya aku sudah baik dalam
kemampuan finasial. Tapi, sungguh belum itu yang ada dalam keinginanku terbesar
saat ini pasca lulus seleksi CPNS. Apa itu berarti aku tidak ingin menikah?
Sebagai wanita normal tentu rasa itu jelas ada, tapi belum dalam waktu dekat
ini. Waktu itu pasca ujian CPNS selesai dan yakin bahwa akan lolos CPNS, aku
memplaning bahwa aku akan menikah setelah prajabatan dan sebelum aku menulis
tesis, pokoknya nulis tesis diupayakan sudah menikah. Tapi ternyata pengajuan
izin belajar ke pihak BKD ditolak, jelas belum diizinkan CPNS baru untuk
mengajukan izin belajar! Ditolak izin belajar ini benar-benar hal yang sungguh membuatku
berduka. Aku harus merubah beberapa rencana dalam hidup minimal 2 tahun ke
depan.
Ditolak pengajuan izin belajar BKD aku
merenung “apakah ini teguran dari Allah agar aku konsentrasi memenuhi nadzarku?
Rencana apa yang Allah siapkan dibalik duka ini”, ya nadzarku memang bukan hal
yang gampang, menemukan sosok yang tepat benar-benar sulit. Telah kucari
sebulan terakhir tak kunjung kutemukan, tanya sana sini ga juga kudapatkan sosok dengan 3
syarat utama yang kujadikan pedoman cukup sulit ternyata.
Segala upaya masih akan kulakukan
hingga prajabatan CPNS kelak, tapi jika memang hingga prajabatan kelak tak bisa
terpenuhi maka alternatif nadzar kedua yang akan kupakai. Semoga Allah
mempermudahku menemukan sosok yang tepat itu. Aamiin..
Sosok yang tepat? Suami? Hahaha…
(Kelak suatu hari akan tahu jawabannya). Mohon doanya agar dipermudah menemukan
sosok yang tepat itu.
Tapi, ngomong-ngomong soal nadzar
nich, kemarin baca-baca ketemu hadits-hadits ini:
‘Nadzar
sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang
yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)
Janganlah
bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nadzar
hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit. (HR. Muslim)
Bagaimana
kawan? Menurut hadist tersebut, Rasulullah SAW melarang kita sebagai umatnya
untuk tidak bernadzar. Mengapa? Karena nadzar tidak sedikitpun mengubah takdir.
Jadi saat kita mempunyai hajat lalu bernadzar dan hajat tersebut dikabulkan
oleh Allah, bukan berarti nadzar kita yang membuat Allah mengabulkan hajat
kita, tapi memang karena usaha, do’a dan takdir kita yang menjadikannya nyata
(dikabulkan).
Maka
dari itu, mulai sekarang hindarilah bernadzar karena mengharapkan sesuatu
(hajat) karena nadzar yang seperti itu hanya untuk orang pelit dan saya yakin pembaca
sekalian bukanlah orang pelit. Astaughfirullah…
Lantas
apakah nadzar itu akan tetap akan dilakukan? InsyaAllah iya, jika itu dianggap
bukan nadzar maka itu adalah sebuah keinginan ‘kebaikan’ yang ingin kulakukan jauh sebelum hal itu kujadikan nadzar. Semoga
diberkahi Allah selalu… Semoga Allah memaafkan kebodohan ini.
Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..
BalasHapusThe Best Casinos in USA - APRCasino
BalasHapusIt is one of the most casinosites.one well-known casino casinos, and aprcasino it septcasino.com is owned worrione and operated by the Rincon Band of Luiseno Indians. There are over 100 different herzamanindir.com/