Senin, 16 Maret 2015

Kenapa Bukan Menikah?



Inspirasi nulis ini adalah perbincangan dengan beberapa orang tentang nadzar CPNS, mereka yang belum tahu mengira nadzarku adalah ‘menikah’ dan mereka yang tahu bertanya ‘kenapa bukan menikah saja?’
Bicara soal PNS di negeri ini masih dianggap pekerjaan yang luar biasa, hingga untuk meraihnya segala upaya dilakukan. Dari cara yang ‘sehat’ hingga cara ‘tidak sehat’ semua dilakukan agar bisa lolos seleksi CPNS. Banyak orang biasanya sebelum lolos seleksi bernadzar untuk melakukan kebaikan jika lolos CPNS nantinya. Dan berbicara soal nadzar lolos seleksi CPNS, akan banyak orang menjawab dengan berbagai jawaban yang berbeda. Ada banyak jawaban, ada yang bersifat materi dan ada pula yang bersifat non materi. Semua InsyaAllah baik!
Ada teman yang nadzar kalau keterima CPNS akan menikah segera. Dan dia membuktikan begitu pengumuman keterima, maka ia segera menikah. Lalu apa nadzarmu? Menikah jugakah?
Menurutku, mereka yang bernadzar untuk segera menikah adalah orang-orang yang telah pacaran lama, itu bagus daripada terus berlanjut dalam dosa pacaran yang terlalu lama. Sementara bagi kami yang bukan penganut paham pacaran, menikah memang sebuah keinginan, sedangkan jodoh harus diupayakan dengan terus memantaskan diri. So, kalau kami menjadikan ‘menikah’ sebagai nadzar bukan berarti itu lagi-lagi ‘MINTA’ sama Allah untuk mendapatkan rezeki jodoh? Belum juga bersyukur dengan rezeki CPNS, masak si sudah meminta lagi.
Sebelum test CPNS, bahkan jauh sebelum aku keterima CPNS aku memang memang mempunyai keinginan ini (terus apa bedanya dengan menikah?). Kenapa aku mencita-citakan setelah lulus CPNS? Bagi keluarga besar kami PNS masih sebuah pekerjaan yang dianggap hebat, dianggap ‘mapan’ secara finansial, dianggap telah mandiri, hingga untuk mendapatkannya diupayakan segala cara, termasuk SUAP! Membayar ratusan jutapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. Dan aku adalah anak yang ‘sok pinter’ menolak dengan keras hal itu. Kenapa begitu? Aku bukan anak pintar, bukan siswa berprestasi, bukan mahasiswa dengan IPK cumlaude. Aku hanya seorang yang berprinsip jika aku mau aku bisa, segala upaya akan aku lakukan (ini si semua orang juga akan melakukan). Aku orang yang menolak dengan tegas ketika berkali-kali ditawari untuk keterima CPNS dengan SUAP, sampai yang nawari itu jengkel setengah mati. Ahhh…bodo amat dech, lagian emangnya mau bayari, bisa mati kutu ntar gajianku habis buat bayar hutang ‘suap’.
Orang tua tergantung bagaimana aku, kalau aku mau maka akan diupayakan dananya, kalau ga mau ya bagaimana lagi. Lagi-lagi kujawab TIDAK! Tidak akan pernah berkah harta yang diperoleh dengan cara yang haram. Hingga ketika aku mendapatkan ‘upah’ dari usaha kecil-kecilan tetap aku dianggap orang tua ‘belum mapan secara finansial klo belum jadi PNS’ dan itu masih membuat orang tua berpikir bagaimana agar aku jadi PNS! Sedih? Jelas! Tapi, aku tetap menolak dengan tegas “AKU TIDAK MAU JADI PNS DENGAN SUAP”. Dan sebelum aku jadi PNS maka pasti ‘keinginanku’ pasti akan sulit terpenuhi. Karena keinginanku (nadzarku) membutuhkan ‘kemampuan finansial’, walaupun kalo kita yakin ketika melakukannya sebelum kemampuan finansial kita baik justru Allah yang akan memapankan kemampuan finansial kita. Tapi, klo aku melakukannya saat kemarin belum lolos seleksi CPNS jelas ditolak sama orang tua.
Kembali pada nadzar, nadzarku ini memang nadzar yang sedikit aneh bagi masyarakat umumnya. Cita-cita ini semakin kuat ketika aku bersilaturmi ke tempat teman, Subhanallah mereka telah melakukannya terlebih dahulu. Dan sejak saat itu aku semakin ingin, akupun belajar banyak darinya. Jika aku mengajukan menikah pasti boleh saja, jika aku mau daftar umroh/ haji pun pasti diizinkan sama orang tua saat ini, karena dianggapnya aku sudah baik dalam kemampuan finasial. Tapi, sungguh belum itu yang ada dalam keinginanku terbesar saat ini pasca lulus seleksi CPNS. Apa itu berarti aku tidak ingin menikah? Sebagai wanita normal tentu rasa itu jelas ada, tapi belum dalam waktu dekat ini. Waktu itu pasca ujian CPNS selesai dan yakin bahwa akan lolos CPNS, aku memplaning bahwa aku akan menikah setelah prajabatan dan sebelum aku menulis tesis, pokoknya nulis tesis diupayakan sudah menikah. Tapi ternyata pengajuan izin belajar ke pihak BKD ditolak, jelas belum diizinkan CPNS baru untuk mengajukan izin belajar! Ditolak izin belajar ini benar-benar hal yang sungguh membuatku berduka. Aku harus merubah beberapa rencana dalam hidup minimal 2 tahun ke depan.
Ditolak pengajuan izin belajar BKD aku merenung “apakah ini teguran dari Allah agar aku konsentrasi memenuhi nadzarku? Rencana apa yang Allah siapkan dibalik duka ini”, ya nadzarku memang bukan hal yang gampang, menemukan sosok yang tepat benar-benar sulit. Telah kucari sebulan terakhir tak kunjung kutemukan, tanya sana sini ga juga kudapatkan sosok dengan 3 syarat utama yang kujadikan pedoman cukup sulit ternyata.
Segala upaya masih akan kulakukan hingga prajabatan CPNS kelak, tapi jika memang hingga prajabatan kelak tak bisa terpenuhi maka alternatif nadzar kedua yang akan kupakai. Semoga Allah mempermudahku menemukan sosok yang tepat itu. Aamiin..
Sosok yang tepat? Suami? Hahaha… (Kelak suatu hari akan tahu jawabannya). Mohon doanya agar dipermudah menemukan sosok yang tepat itu. 

Tapi, ngomong-ngomong soal nadzar nich, kemarin baca-baca ketemu hadits-hadits ini:

‘Nadzar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)

Janganlah bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit. (HR. Muslim)

Bagaimana kawan? Menurut hadist tersebut, Rasulullah SAW melarang kita sebagai umatnya untuk tidak bernadzar. Mengapa? Karena nadzar tidak sedikitpun mengubah takdir. Jadi saat kita mempunyai hajat lalu bernadzar dan hajat tersebut dikabulkan oleh Allah, bukan berarti nadzar kita yang membuat Allah mengabulkan hajat kita, tapi memang karena usaha, do’a dan takdir kita yang menjadikannya nyata (dikabulkan).

Maka dari itu, mulai sekarang hindarilah bernadzar karena mengharapkan sesuatu (hajat) karena nadzar yang seperti itu hanya untuk orang pelit dan saya yakin pembaca sekalian bukanlah orang pelit. Astaughfirullah…

Lantas apakah nadzar itu akan tetap akan dilakukan? InsyaAllah iya, jika itu dianggap bukan nadzar maka itu adalah sebuah keinginan ‘kebaikan’ yang ingin kulakukan jauh  sebelum hal itu kujadikan nadzar. Semoga diberkahi Allah selalu… Semoga Allah memaafkan kebodohan ini.

2 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

    BalasHapus
  2. The Best Casinos in USA - APRCasino
    It is one of the most casinosites.one well-known casino casinos, and aprcasino it septcasino.com is owned worrione and operated by the Rincon Band of Luiseno Indians. There are over 100 different herzamanindir.com/

    BalasHapus